Kebaikan hakiki
Dunia maya ini adalah ciptaan sebuah hasil dari ciptaan sang Khalik yang disebut manusia, teknologi yang cepat dan mudah berkomunikasi dengan sesama manusia dijangkau dengan tidak bertatap muka secara fisik tetap dapat dilakukan dengan gadged ini yang disebut dengan IT (komputer) atau apapun namanya. Untuk itu hasil dari karya manusia ini marilah kita gunakan yang positif artinya membagi kesesama dalam segala hal yang dapat membuat manusia berbuat lebih baik, dihadapan Allah SWT.
Rabu, 29 Januari 2014
Dicari Investor Property
Kami, warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Persisnya terletak di daerah strategis untuk pembangunan apartemen, yaitu kurang lebih 30 meter dari pintu masuk dan keluar tol JORR lingkar luar barat di jl. Ciledug Raya.
Mencari investor yang berminat untuk membebaskan lahan warga sekitar seluas kurang lebih 5 Ha (2 RT) dengan lebar 250 m dan panjang kedalam 200 m. Kami yakin,warga sekitar siap untuk dibebaskan dan jika sudah dibangun apartemen mewah, pasti akan banyak peminatnya karena letaknya yang sangat strategis. Mengenai harga pembebasan lahan dapat dinegosiasi dengan warga. Atau dapat berkoordinasi dengan saya H.Toto, HP 08128017495
Selasa, 03 September 2013
Keluargaku
Aku, anak Indonesia asli tanpa ada perkawinan campuran, namun leluhur dari mbah buyut menurut cerita orang tua masih ada darah campuran WNA dari Tionghoa, kalau tidak salah seingatku bermarga "Pauw Su Bie". Di waktu aku kecil pernah melihat foto jaman dulu ditahun 1920 an, terpampang gambar ibuku masih bayi berumur sekitar 3 bulanan digendong nenek, dan disamping kanan dan kiri sanak saudara leluhur, diantaranya mbah buyut yang berdarah keturunan Tionghoa dengan rambut panjang berpakaian ala pemain silat kungfu.
Dari leluhur mbah buyut, terjadi juga perkawinan asimilasi dengan mbha buyut lelaki berdarah keturunan Belanda. Oleh karena itulah nenek dari ibu berwajah campuran Tionghoa dengan hidung mancung mirip orang Belanda. Singkat cerita, ibuku bernama "Suminih" juga berparas mirip orang belanda berkulit putih. Namun, ayahku bernama Sudarsono yang menjadi suaminya ternyata orang Indonesia tulen, berkulit sawo matang, dengan wajah standar, biasa saja tetapi mempunyai rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Dari perkawinan mereka, lahirlah anak pertama Sumarno kelahiran tahun 1948, kedua Sumaenih kelahiran tahun 1950, ketiga Sudiawati kelahiran tahun 1952, keempat sofianingsih kelahiran tahun 1954, kelima sudardjat kelahiran tahun 1956...... masih lanjut
Senin, 15 April 2013
Langganan:
Postingan (Atom)